Apakah pernah timbul pertanyaan: "Mengapa kita harus saling menyalahkan satu sama yang lainnya, bukankah kita masih sama-sama kaum muslimin yang bersaudara dan kita berkewajiban mempererat ukhuwah Islamiyah?"Sepenting apakah ukhuwah Islamiyah tersebut, sehingga dapat mengancam keutuhan umat muslim?
Dalam konteks mejaga ukhuwah Islamiyah seorang muslim/muslimah harus menjaga perilaku dan trindakannya, sehingga tali persaudaraan akan senantiasa terjaga dengan baik.
Bersikap lemah lembut, saling menghargai, menghormati, dan lapang dada terhadap sesama muslim merupakan modal penting kokohnya ikatan Ukhuwah Islamiyah. Sebesar apa pun jumlah kita, kalau tidak ada kesatuan, akan jadi bumerang. Sebaliknya, walaupun jumlah kita sedikit, tetapi kalau kuat akan menjadi kekuatan yang luar biasa.
Idealnya, jumlah yang besar didukung oleh soliditas yang mantap, insya Allah akan menjadi kekuatan yang dahsyat! Umat Islam yang jumlahnya mayoritas, namun karena ukhuwah hanya sebatas khotbah, saling menghargai sebatas hiasan bibir, ta’awun (tolong menolong) sekadar motto, dalam tataran praktis justru merasa paling benar.
kita adalah kaum muslimin yang memiliki ikatan ukhuwah. Untuk itu, maka kita tidak boleh saling mendhalimi antara satu dengan yang lainnya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ. (رواه مسلم)
Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya. (HR. Muslim)
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (رواه البخاري ومسلم)
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Jangan mendhaliminya dan jangan memasrahkannya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantunya. Dan barangsiapa yang memberikan jalan keluar dari kesulitan saudaranya, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat. (HR. Bukhari Muslim)
Kemudian dalam haidts yang Rasul bersabda, “Hindari prasangka buruk, karena dia berita paling bohong. Jangan saling mencari keburukan, jangan saling mengorek aib, jangan bersaing secara tidak sehat, jangan saling mendengki, jangan saling marah, dan jangan saling tidak peduli. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah.” ( H.R. Muslim, jilid IV, No. 2119)
Dari semua pembahasan dan hadist-hadist Rassulullah Saw. Ada baiknya kita melakukan beberapa perilaku dan tindakan yang dapat menjaga keutuhan dan eratnya persaudaraan sesame muslimin. Yaitu dengan melakukan beberapa cara sederhana:
1. Tunjukkan keramahan
Dalam haditsnya Rasul bersabda,
“Janganlah kamu menganggap sepele (remeh) pada kebaikan, walaupun sekadar menampakkan wajah yang ramah saat bertemu saudaramu (sesungguhnya itu kebaik an).” ( HR. Muslim)
Dalam hadits yang lain juga dipesankan , “Wajah yang ramah saat bertemu saudaramu, itu shada qah.” ( HR. Tirmidzi)
2. Nasihati secara bijak
Jarir ibnu Abdullah r.a. menerangkan, “Saya bersumpah setia kepada Rasulullah Saw. untuk mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan memberi nasihat kepada sesama muslim.” ( H.R. Bukhari dan Muslim). Persahabatan yang sesungguhnya harus dibangun di atas cinta, kejujuran, dan nasihat. Kalau sahabat kita benar, dengan cinta, jujur, dan ikhlas kita mendukungnya, dan kalau keliru, dengan cinta dan jujur kita menasihatinya.
Semua orang punya harga diri dan kehormatan. Karena itu, nasihatilah dengan tetap menjaga kehormatannya. Walaupun nasihat kita benar, namun kalau dilakukan dengan menginjak-injak harga diri dan kehormatannya, kemungkinan besar orang tersebut bakal menolak. Maha benar firman Allah yang menyatakan,
“Serulah manusia pada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan peng a jar an baik dan berdebatlah de ngan mereka dengan cara yang baik…” ( Q.S. An- Naĥl : 125)
3. Doakan
Doa yang paling tulus yaitu tatkala kita mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. Doa seperti ini akan di-amin-kan malaikat dan akan segera dikabulkan Allah Swt. sebagaimana sabda Rasulullah Saw.,
“Sesungguhnya doa seorang muslim yang dipanjatkan tanpa sepengetahuanorang yang didoakan pasti dikabulkan karena di atas kepalanya ada malaikat. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk orang lain, malaikat itu menyahutnya, ‘Amin! Mudah-mudahan Allah mengabul kan dan memberikan kebaikan yang sama kepadamu.’” ( H.R. Bukhari dalam Adabul Mufrad)
Bertolak dari keterangan ini, hendaklah kita selalu mendoakan orang lain tanpa harus dipinta. Begitu tahu sahabat kita sedang punya masalah, segera doakan agar ia bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya, ini bukti bahwa kita bersikap lembut terhadap sesama muslim.
4. Ringankan beban hidupnya
Di antara bukti bahwa kita bersikap lembut terhadap sesama mukmin adalah membantu meringankan beban hidupnya. Kalau dia butuh modal untuk pengembangan usahanya, bantulah kalau kita punya. Kalau dia butuh biaya untuk menyekolahkan anaknya, berilah beasiswa bila kita mampu.
Kalau dia butuh dana untuk berobat, berilah kalau memang ada. Jadi, apa pun yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban orang lain, lakukanlah. Kalau tidak bisa meringankan bebannya dengan harta, minimal kita mau mendoakannya. Ingatlah, Allah Swt. akan senantiasa menolong kita selama kita suka menolong orang lain.
“Siapa yang menolong kesusahan seorang muslim dari kesusahankesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari kesusahan-kesusaha akhirat. Siapa yang meringankan beban orang yang susah, niscaya Allah akan ringankan bebannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan tutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba itu suka menolong orang lain.” ( H.R. Bukhari)
Beberapa perilaku di atas akan membuat seseorang tidak hanya menjaga tali persaudaraan terhadap sesama mulim tetapi juga membuat ia semakin dicintai serta dihargai oleh saudara seimannya, semakin banyak saudara yang mencintai dan menghormatinya semakin banyak juga amalan yang telah ditebarkannya. Selain itu hamba yang meringankan beban dan menyenangkan hati suadranya akan diringankan dan di bahagiakan juga oleh Allah SWT.
By : Siti Juleha
Posting Komentar