BREAKING NEWS

Main Slider

5/Food/slider-tag
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2020

Persiapan Menyambut bulan Ramadhan




Tidak  terasa kita telah memasuki bulan Sya’ban. Sebentar lagi kita akan kedatangan bulan Ramadhan. Setelah sekian lama berpisah, kini Ramadhan kembali akan hadir di tengah-tengah kita. Bagi seorang muslim, tentu kedatangan bulan Ramadhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang muttaqin.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.

Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti berbagai program acara televisi yang lebih banyak merusak dan melalaikan manusia dari mengingat Allah Subhanahu Wata’ala dari pada manfaat yang diharapkan, itupun kalau ada manfaatnya. Bukan pula pergi ke pantai menjelang Ramadhan untuk rekreasi, makan-makan dan bermain-main.

Jadi, bagaimana sebenarnya cara kita menyambut Ramadhan? Apa yang mesti kita persiapkan dalam hal ini? Maka tulisan ini mencoba memberi jawaban dari pertanyaan tersebut. Menurut penulis, banyak hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Ramadhan, yaitu:
Pertama, berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, sebagaimana yang dicontohkan para ulama salafusshalih. Mereka berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan sungguh-sungguh agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan berikutnya mereka berdoa agar puasanya diterima Allah Subhanahu Wata’ala, karena berjumpa dengan bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya para salaf berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan berikutnya agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka kerjakan” (Lathaif Al-Ma’aarif: 174)

Di antara doa mereka itu adalah: ”Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku dan Engkau menerimanya kepadaku dengan kerelaan”. Dan doa yang populer: ”Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

Kedua, menuntaskan puasa tahun lalu. Sudah seharusnya kita mengqadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadhan berikutnya. Namun kalau seseorang mempunyai kesibukan atau halangan tertentu untuk mengqadhanya seperti seorang ibu yang sibuk menyusui anaknya, maka hendaklah ia menuntaskan hutang puasa tahun lalu pada bulan Sya’ban.

Sebagaimana Aisyah r.a tidak bisa mengqadha puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i sampai masuk Ramadhan berikutnya adalah dosa, maka kewajibannya adalah tetap mengqadha, dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.

Ketiga, persiapan keilmuan (memahami fikih puasa). Mu’adz bin Jabal r.a berkata: ”Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.

Oleh karena itu, suatu amal perbuatan tanpa dilandasi ilmu, maka kerusakannya lebih banyak daripada kebaikannya. Maka dalam hal ini, hanya dengan ilmu kita dapat mengetahui cara berpuasa yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam. Begitu juga ilmu sangat diperlukan dalam melaksanakan ibadah lainnya seperti wudhu, shalat, haji dan sebagainya. Maka, menjelang Ramadhan ini sudah sepatutnya kita untuk membaca buku fiqhus shiyam (fikih puasa) dan ibadah lain yang berkaitan dengan Ramadhan seperti shalat tarawih, i’tikaf dan membaca al-Quran.
Kempat, persiapan jiwa dan spiritual. Persiapan yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu dengan hati yang ikhlas dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam.

Persiapan jiwa dan spiritual merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam upaya untuk memetik manfaat sepenuhnya dari ibadah puasa. Penyucian jiwa (Tazkiayatun nafs) dengan berbagai amal ibadah dapat melahirkan keikhlasan, kesabaran, ketawakkalan, dan amalan-amalan hati lainnya yang akan menuntun seseorang kepada jenjang ibadah yang berkualitas. Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spritual untuk menyambut Ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan sebelumnya, minimal di bulan Sya’ban ini seperti memperbanyak puasa Sunnat.

Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban merupakan sunnah Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassallam. Aisyah ra, ia berkata, “Aku belum pernah melihat Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassallam berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassallam berpuasa sebanyak yang ia lakukan di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid r.a ia berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan-bulan lain yang sesering pada bulan Sya’ban”. Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Ra’jab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Adapun pengkhususan puasa dan shalat sunat seperti shalat tasbih pada malam nisfu sya’ban (pertengahan Sya’ban) dengan menyangka bahwa ia memiliki keutamaan, maka hal itu tidak ada dalil shahih yang mensyariatkannya. Menurut para ulama besar, dalil yang dijadikan sandaran mengenai keutamaan nisfu sya’ban adalah hadits dhaif (lemah) yang tidak bisa dijadikan hujjah dalam persoalan ibadah, bahkan maudhu’ (palsu). Oleh Sebab itu, Imam Ibnu Al-Jauzi memasukkan hadits-hadits mengenai keutamaan nishfu Sya’ban ke dalam kitabnya Al-Maudhu’at (hadits-hadits palsu).
Al-Mubarakfuri berkata, “Saya tidak mendapatkan hadits marfu’ yang shahih tentang puasa pada pertengahan bulan Sya’ban. Adapun hadits keutamaan nisfu Sya’ban yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah saya telah mengetahui bahwa hadits ini adalah hadits sangat lemah” (Tuhfah Al-Ahwazi: 3/444).

Syaikh Shalih bin Fauzan berkata, “Adapun hadits-hadits yang terdapat dalam masalah ini, semuanya adalah hadits palsu sebagaimana dikemukakan oleh para ulama. Akan tetapi bagi orang yang memiliki kebiasaan berpuasa pada ayyamul bidh (tanggal 14, 15, 16), maka ia boleh melakukan puasa pada bulan Sya’ban seperti bulan-bulan lainnya tanpa mengkhususkan hari itu saja.”
Syaikh Sayyid Sabiq berkata, “Mengkhususkan puasa pada hari nisfu Sya’ban dengan menyangka bahwa hari-hari tersbut memiliki keutamaan dari pada hari lainnya, tidak memiliki dalil yang shahih” (Fiqh As-Sunnah: 1/416).

Kelima, persiapan dana (finansial). Sebaiknya aktivitas ibadah di bulan Ramadhan harus lebih mewarnai hari-hari ketimbang aktivitas mencari nafkah atau yang lainnya. Pada bulan ini setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shalih seperti infaq, shadaqah dan ifthar (memberi bukaan). Karena itu, sebaiknya dibuat sebuah agenda maliah (keuangan) yang mengalokasikan dana untuk shadaqah, infaq serta memberi ifhtar selama bulan ini. Moment Ramadhan merupakan moment yang paling tepat dan utama untuk menyalurkan ibadah maliah kita. Ibnu Abbas r.a berkata, ”Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan.” (H.R Bukhari dan Muslim). Termasuk dalam persiapan maliah adalah mempersiapkan dana agar dapat beri’tikaf dengan tanpa memikirkan beban ekonomi untuk keluarga.
Keenam, persiapan fisik yaitu menjaga kesehatan. Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat di bulan Ramadhan sangat penting. Kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya terganggu. Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, “Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim)

Maka, untuk meyambut Ramadhan kita harus menjaga kesehatan dan stamina dengan cara menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, dan istirahat cukup.
Ketujuh, menyelenggarakan tarhib Ramadhan. Disamping persiapan secara individual, kita juga hendaknya melakukan persiapan secara kolektif, seperti melakukan tarhib Ramadhan yaitu mengumpulkan kaum muslimin di masjid atau di tempat lain untuk diberi pengarahan mengenai puasa Ramadhan, adab-adab, syarat dan rukunnya, hal-hal yang membatalkannya atau amal ibadah lainnya.

Menjelang bulan Ramadhan tiba, Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassallam memberikan pengarahan mengenai puasa kepada para shahabat. Beliau juga memberi kabar gembira akan kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan berbagai keutamaannya. Abu Hurairah ra berkata, “menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). Selain itu, banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam untuk memberi motivasi dan semangat kepada para sahabat dan umat Islam setelah mereka dalam beribadah di bulan Ramadhan.

Mari kita bersama-sama  menyambut bulan Ramadhan yang sudah di ambang pintu ini dengan gembira dan mempersiapkan diri untuk beribadah dengan optimal. Selain itu kita berharap kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar wabah virus covid-19 segera berakhir, dan kita bisa kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Dan Semoga juga kita dipertemukan dengan Ramadhan dan dapat meraih berbagai keutamaannya. 

Aamiin... 


Oleh : Rahmah fithriani, S. Pd


======================================================================================

Preparation Welcoming the month of Ramadan




Batas karakter: 5000TERJEMAHKAN 5000 BERIKUTNYA

Not feel we have entered the month Sya'ban. Soon we will arrive at the month of Ramadan. After all this time apart, Ramadan will now be present in our midst. For a Muslim, of course the arrival of the month of Ramadan will be welcomed with a sense of joy and gratitude, because Ramadan is a month of maghfirah, mercy and reap the rewards as well as the means of being a muttaqin person.
Therefore, it is fitting for us to prepare ourselves to welcome the coming of Ramadan, so that Ramadan this time really has high values ​​and can lead us to be pious.
Of course the self-preparation meant here is not to buy up various kinds of delicious food and drinks in the market to prepare for the meal and revenge when breaking the fast. Nor is it by participating in various television programs that are more damaging and neglecting human beings from remembering Allah Subhanahu Wata'ala than expected benefits, and even if there are benefits. Nor does it go to the beach before Ramadan for recreation, eating and playing.
So, how exactly do we welcome Ramadan? What should we prepare for this? So this paper tries to give an answer to that question. According to the author, many things need to be done in order to prepare for the arrival of Ramadan, namely:
First, pray to Allah Subhanahu Wata'ala, as exemplified by the Salafusshalih scholars. They pray to Allah Subhanahu Wata'ala earnestly to be reunited with the month of Ramadan since the previous six months and for the next six months they pray that his fast will be accepted by Allah Subhanahu Wata'ala, because meeting this month is a great pleasure for people who was awarded taufik by Allah Subhanahu Wata'ala, Mu'alla bin al-Fadhl said, "Formally the Salaf prayed to Allah Ta'ala (for) six months so that Allah would bring them together with the month of Ramadan, then they prayed to Him (during ) six months later so that He will accept (pious deeds) that they do "(Lathaif Al-Ma'aarif: 174)
Among their prayers is: "O Allah, surrender me to Ramadan and hand over Ramadan to me and you accept me willingly". And popular prayers: "O Allah, bless us in the month of Rajab and the Shaytan, and deliver us in the month of Ramadan".
Second, completing the fast last year. We should fast fasting as soon as possible before the next Ramadan comes. But if someone has a busy life or certain obstacles to try him like a mother who is busy breastfeeding her child, then she should settle her fasting debt last year in the Shaytan month.
As Ayesha r.a could not make her fast except in the month of Shaytan. Delaying the fasting fasting deliberately without any shar'i emigration until entering the next Ramadan is a sin, then the obligation is to keep mengqadha, and plus the obligation to pay fidyah according to some scholars.
Third, scientific preparation (understanding the fasting fiqh). Mu'adz bin Jabal r.a said: "You should pay attention to knowledge, because seeking knowledge because God is worship". Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah commented on the above atsar, "People who are knowledgeable know the levels of worship, destroyers of charity, and the things that perfect it and what reduces it".
Therefore, a good deed without being based on knowledge, the damage is more than the goodness. So in this case, only with knowledge can we know the correct way of fasting according to the instructions of the Prophet sallallaahu ‘alayhi Wassallam. Likewise, science is very necessary in carrying out other worship such as ablution, prayer, pilgrimage and so on. So, ahead of Ramadan it is fitting for us to read fiqhus shiyam (fiqh fasting) books and other worship related to Ramadan such as tarawih prayer, i'tikaf and reading al-Quran.

Kempat, soul and spiritual preparation. The preparation referred to here is to prepare themselves physically and mentally to carry out fasting worship and other great services in the month of Ramadan as well as possible, namely with a sincere heart and practice of worship in accordance with the instructions and sunnah of the Prophet sallallaahu ‘alayhi Wassallam.


Senin, 20 April 2020

Ketahuilah: Tips Meningkatkan Daya Ingat Anak

Daya ingat adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan, mengolah, dan memunculkan kembali informasi yang sudah diserap otak. Elemen neutron yang dihasilkan otak berperan untuk menyimpan informasi. Bila otak dirangsang untuk menghasilkan neutron secara intensif, maka daya ingat akan menjadi lebih tajam. Dalam membahas masalah daya ingat, rasanya perlu juga dibahas sekilas masalah lupa, yang diantara keduanya mempunyai hubungan yang terbalik artinya makin banyak yang kita ingat, maka makin sedikit yang kita lupakan dan sebaliknya. Menurut Dakir (2003:54) kelupaan dapat terjadi karena:
1. Karena sakit keras, sehingga otak kita terganggu.
2. Karena kesan yang diterima telah berlangsung pada waktu yang lama.
3. Karena pesan yang diterima tidak menarik perhatian lagi, sehingga ingatan menjadi tidak lagi setia.
4. Karena masuknya tanggapan baru, sehingga tanggapan yang lama terdesak (inhibisi retro aktif).
5. Karena situasi tertentu

Sebagai orang tua ataupun guru yang mengajarkan ilmu kepada anak, kita pasti menginginkan anak-anak tersebut memiliki daya ingat yang tinggi, agar mereka mampu mengikuti pelajaran dengan baik.  Tetapi tidak dipungkiri bahwa setiap daya ingat anak itu berbeda-beda. Ada yang mudah mengingat segala hal dalam waktu cepat, tetapi ada juga butuh waktu lama untuk mengingat. Namun, tidak perlu panik ataupun risau jika kita menyadari anak-anak kita sepertinya memiliki daya ingat yang rendah karena daya ingat anak ini sebenarnya bisa ditingkatkan bila orang tua atau guru mampu mengasahnya secara tepat.

Yuk, kita simak beberapa cara sederhana berikut ya: 
1. Visualisasikan
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat anak yaitu dengan memvisualisasikan materi yang dipelajari di sekolah misal dalam bentuk gambar, suara ataupun sentuh. Contoh: proses terjadinya hujan dengan kita menyediakan gambar atau alat yang dibutuhkan dan melakukan satu persatu langkahnya. Ikut sertakan anak dalam prosesnya agar mereka juga memiliki pengalaman dan lebih menguatkan ingatannya

2. Pancing anak untuk bertanya
Pancing anak untuk bertanya terkait materi yang telah dipelajari. Kemudian cari bersama jawabannya dalam buku mereka. Agar kegiatan ini lebih menarik bagi si anak, kita bisa melakukannya dengan games. Menemukan jawaban ketika mereka membaca atau mendengarkan akan meningkatkan memori karena mereka memiliki tujuan spesifik saat membaca yaitu mencari jawaban tersebut. Selain itu, ketika sudah berhasil mendapatkan jawabannya, mereka akan memiliki kepuasan tersendiri.

3. Manfaatkan rasa ingin tahu anak
Setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Mereka akan terpukau setiap menemukan hal yang baru meskipun hal kecil sekalipun. Apalagi jika terkait dengan hal yang disukai olehnya. Jika ada materi yang menarik bagi si anak, coba hadirkan dengan cara yang berbeda, cara yang lebih meningkatka daya ingatnya misalnya dengan penggunaan miniatur.

4. Warna
Dulu bahkan sampai sekarang, cara yang satu ini masih sering dilakukan seperti meng-highlight poin penting dalam pelajaran. Hal ini ternyata cukup ampuh dan didukung pula oleh keterangan dalam ilmy neurologi.

5. Pancing ingatan yang menyenangkan
Aktifkan ingatan mereka sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Jika perlu tampilkan pula dalam bentuk foto atau video.

6. Review materi yang dipelajari
Dalam ilmu neurologi hal ini bertujuan untuk membuat sebuah rangkaian ingatan dalam otak anak. Rangkaian ini akan aktif ketika anak mengingat hal yang merupakan bagian dari rangkaian ingatan.

7. Belajar dengan cara yang berbeda
Jika menggunakan cara yang berbeda pada setiap pembelajaran akan lebih berkesan pada ingatan anak. Misalnya dengan menceritakan kembali, membuat sebuah drama sederhana, dan bermain tebak-tebakan.

8. Mengistirahatkan otak
Mengistirahatkan otak dapat dilakukan dengan tidur baik pada malam hari atau siang hari secukupnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Oleh : Ayu Olyvia

======================================================================================


Know This: Tips to Improve Children's Memory


Memory is a person's ability to store, process, and bring back information that has been absorbed by the brain. The neutron element produced by the brain plays a role in storing information. When the brain is stimulated to produce neutrons intensively, the memory will become sharper. In discussing the problem of memory, it seems necessary to also briefly discuss the problem of forgetting, which between them has an inverse relationship meaning the more we remember, the less we forget and vice versa. According to Dakir (2003: 54) forgetfulness can occur because:
1. Because of severe pain, so that our brain is disturbed.
2. Because the impression received has been going on for a long time.
3. Because the message received does not attract attention anymore, so the memory is no longer faithful.
4. Because the entry of new responses, so the old responses are urged (active retro inhibition).
5. Because of certain situations

As parents or teachers who teach science to children, we certainly want these children to have high memory, so that they are able to follow the lessons well. But it cannot be denied that each child's memory is different. Some are easy to remember things in quick time, but some also take a long time to remember. However, there is no need to panic or worry if we realize our children seem to have low memory because this child's memory can actually be improved if parents or teachers are able to hone it properly.

Let's see some simple ways below:
1. Visualize
One way that can be done to improve children's memory is to visualize the material learned in school for example in the form of images, sounds or touch. Example: the process of rain with us providing the pictures or tools needed and doing one step at a time. Involve children in the process so that they also have experience and strengthen their memories

2. Lure children to ask questions
Encourage children to ask questions related to the material they have learned. Then find the answers together in their book. So that this activity is more interesting for the child, we can do it with games. Finding answers when they are reading or listening will improve memory because they have a specific purpose when reading, that is, looking for those answers. In addition, when they have managed to get the answer, they will have their own satisfaction.

3. Take advantage of children's curiosity
Every child has a huge curiosity. They will be amazed every time they discover something new, even if it is a small thing. Especially if it is related to the thing he likes. If there is material that is of interest to the child, try to present it in a different way, a way to improve memory more for example by using miniature.

4. Color
In the past, even now, this method is still often done as highlighting important points in the lesson. This turned out to be quite powerful and was also supported by information in neurology ilmy.

5. Fishing for pleasant memories
Activate their previous memories with the material to be studied. If necessary also display in the form of photos or videos.

6. Review the material being studied
In neurology this aims to create a series of memories in a child's brain. This series will be active when children remember things that are part of a series of memories.

7. Learn in different ways
If using a different method in each learning will be more memorable in the child's memory. For example, by retelling, making a simple drama, and playing guesses.

8. Resting the brain
Resting the brain can be done by sleeping either at night or during the day to taste according to the needs of each child.


By: Ayu Olyvia









Minggu, 12 April 2020

Al-Qur’an Penghibur Hati Yang Lelah

Manusia memiliki dua dimensi dalam dirinya, yaitu dimensi lahir (jasad) dan dimensi batin (hati). Kedua dimensi tersebut perlu diperhatikan, dirawat, dan diarahkan dengan baik. Jika hanya dimensi lahir saja yang diperhatikan maka manusia akan kehilangan nilai-nilai  spiritualitas sehingga ia tidak lebih dari benda-benda tak berjiwa.

Kita bisa menemukan banyak ayat yang menyinggung tentang masalah hati dalam Al-Qur’an. Allah menyebut kata hati dalam Al-Qur’an beragam bentuk kalimat dan sasaranya. Bahkan jumlahnya tidak kurang dari seratus ayat. Allah menyebut hati yang berhubungan dengan hati Rasulullah SAW, hati orang yang beriman, dan hati manusia pada umumnya. Begitu banyak faktor-faktor penyebab lelahnya hati salah satunya adalah senang berkeluh kesah, panjang angan-angan, benci dan dendam, meninggalkan dzikir.

Ketika kebosanan dan keletihan melanda, sebagian orang mungkin menghibur diri dengan pergi ketempat-tempat rekreasi, berkumpul dengan teman-teman atau keluarga. Tidak banyak orang yang menumpahkan kegelisaanya kepada Allah melalui sujud, dzikir dan do’a. Sebagaimana hanya sedikit orang yang coba mencari solusi atas problem hidupnya dengan membaca Al-Qur’an. Bukankah Al-Qur’an itu sebagai syifa’ (obat) bagi penyakit-penyakit berkaitan dengan kejiwaan dan pikiran manusia. Beberapa bagian tubuh yang memungkinkan untuk menerima pengaruh penyembuhan dari al-qur’an itu ada ruh, kalbu akal, dan nafsu. Ruh, kalbu akal, dan nafsu hanya bisa diarahkan dengan rangsangan yang tepat. Rangsangan yang paling utama ialah Al-Qur’an. Manusia mulai dirangsang dengan Al-qur’an sejak berada didalam kandungan. Apabila ruh, kalbu akal, dan nafsu sudah bisa dipengaruhi oleh Al-qur’an niscaya seseorang bakal sanggup meniti dijalan kebenaran.

Namun ketika seseorang masih belum merasakan ketenangan dengan berdzikir atau belum merasakan kedamaian saat membaca Al-Qur’an, boleh jadi permasalahannya terletak pada dirinya yang belum sepenuhnya yakin, khusyuk dan percaya bahwa yang mereka lakukan dapat mendatangkan manfaat yang menyenangkan. 

Oleh : Alfian Manja, S. Pd.I


======================================================================================


Al-Qur'an 'Comforter of Tired Hearts


Humans have two dimensions in themselves, namely the dimension of birth (body) and the inner dimension (heart). Both dimensions need to be considered, cared for and directed properly. If only the born dimension is considered, human beings will lose the values ​​of spirituality so that they are nothing more than soulless objects.

We can find many verses that allude to the problem of the heart in the Qur'an. Allah mentions conscience in the Qur'an in various forms of sentences and aims. Even the number is not less than one hundred verses. Allah calls a heart that is related to the heart of the Prophet Muhammad, the heart of a believer, and the heart of a human being in general. So many factors that cause fatigue of the heart one of which is happy to complain, long-wishful thinking, hate and revenge, leaving dhikr.

When boredom and fatigue hit, some people might entertain themselves by going to recreational areas, hanging out with friends or family. Not many people shed their appetite for Allah through prostration, dhikr and prayer. As only a few people try to find solutions to their life problems by reading the Qur'an. Is not the Qur'an as a shifa '(medicine) for diseases related to the psyche and the human mind. Some parts of the body that allow to receive the healing effect of the Qur'an are spirit, heart, and lust. The spirit, the heart's mind, and lust can only be directed with the right stimulation. The most important stimulus is the Qur'an. Humans began to be stimulated by the Qur'an since they were in the womb. If the spirit, heart, reason, and lust can already be influenced by the Qur'an, surely someone will be able to walk on the path of truth.

But when someone still does not feel calm with dhikr or has not felt peace while reading the Qur'an, it may be that the problem lies with him who is not entirely convinced, solemn and believes that what they do can bring pleasant benefits.

By: Alfian Manja, S. Pd.I

Sabtu, 11 April 2020

Pentingnya Belajar Bahasa Inggris Di Era Globalisasi Untuk Anak Usia Dini

Untuk bisa belajar bahasa inggris sebaiknya mulai dari dini, karena akan memudahkan anak-anak bisa berbahasa asing tersebut.kita ketahui bahwa bahasa Inggris sangat penting pada saat ini, pada jaman era globalisasi sekarang semua orang dituntut untuk bisa berbahasa Inggris.  keterampilan dalam berahasa asing, khususnya bahasa Inggris, harus dapat dikuasai oleh setiap orang dimana melihat jaman sekarang yang semakin maju.

Mulai sekarang kita dapat memupuk rasa kemauan anak untuk belajar bahasa Inggris di usia dini, tidak dapat dipungkiri bahasa inggris merupakan bahasa dunia yg digunakan untuk berkomunikasi dgn negara lain maka dri itu kita di tuntut untuk mampu berbahasa inggris dan mengajarkan kepada anak untuk mengenal bahasa inggris sedini mungkin.

Kenapa anak anak usia dini harus belajar Bahasa Inggris?
Karena bahasa inggris merupakan bahasa internasional, maka dari itu untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan warga asing kita bisa menggunakan bahasa inggris. Dan di era globalisasi ini keberadaan bahasa inggris mulai digemari, banyak orang yang berusaha menguasai bahasa inggris tidak terkecuali anak anak.

Lalu bagaimana cara menguasai bahas inggris untuk anak usia dini dengan cepat dan benar?
Berikut  tips nya:
1. Anak anak harus memiliki minat yang kuat untuk belajar bahasa Inggris 
Dengan memiliki minat yang kuat untuk bisa menguasai bahasa inggris itu merupakan suatu permulaan yang baik, dengan memiliki rasa senang atau suka terhadap bahasa inggris.

2. Anak anak harus mulai mengenali apa itu bahasa inggris
Buatlah anak anak untuk beradaptasi dengan bahasa inggris, kenali sedikit demi sedikit apa itu bahasa inggris, apa fungsinya, apa tujuannya, dan apa manfaatnya jika kita bisa  menguasai bahasa inggris tersebut. 

Dengan anak anak mengetaui pentingnya bahasa inggris. Anak anak bisa lebih termotivasi untuk belajar bahasa inggris. Buatlah diri mereka merasa nyaman ketika belajar bahasa inggris, 
Contohnya :
a. Mendengarkan lagu-lagu anak anak yang menggunakan bahsa inggris
b. Membaca buku dengan menggunakan bahasa inggris
c. Menonton film khusus anak dengan subtitle inggris

3. Bergabung di komunitas bahasa inggris (speaking club) atau bergabung di lembaga kursus Bahasa Inggris.
Apabila kita ingin menguasai bahasa inggris kita bisa memperdalam kemampuan kita dibahasa inggris dengan cara bergabung di lembaga kursus bahasa inggris, disana kita akan mempelajari bahasa inggris dari dasar sampai tingkat yang tinggi, dan kita bisa mengembangkan keterampilan kita berbicara dengan menggunakan bahasa inggris.

4. Selalu lakukan praktek dalam berbicara menggunakan bahasa inggris
Dengan banyak latihan maka anak anak akan terbisa dengan hal tersebut, begitu juga dengan bahasa inggris. 

5. Beri support anak supaya dia memberanikan diri  untuk berbicara didepan umum
Anak anak bisa memulai berbicara menggunakan bahasa inggris diruang lingkup yang terkecil, contohnya : diruang lingkup keluarga,lalu dengan teman sekelas dengan guru dan kitabisa mencoba berbicara didepan umum, untuk membiasakan diri menghadapi orang lain. Kita bisa mengikuti lomba pidato dengan bahasa inggris, dan lain lain.

Oleh : Yulis Puspitasari, S. Pd

======================================================================================


The Importance of Learning English in the Era of Globalization for Early Childhood

To be able to learn English it is best to start early, because it will make it easier for children to speak foreign languages. We know that English is very important at this time, in the current era of globalization everyone is required to speak English. foreign language skills, especially English, must be mastered by anyone who sees the more advanced nowadays.

From now on we can foster a child's willingness to learn English at an early age, it is undeniable that English is a world language used to communicate with other countries so that we are demanded to be able to speak English and teach children to know English as early as possible maybe.

Why do young children have to learn English?
Because English is an international language, therefore to facilitate communication with foreigners we can use English. And in this globalization era, the existence of English is starting to be popular, many people who try to master English are no exception children.

Then how to master English for early childhood quickly and correctly?
Here are the solutions:
1. Children must have a strong interest in learning English
Having a strong interest in being able to master English is a good start, by having a feeling of pleasure or love for English.

2. Children must begin to recognize what is English
Make the children adapt to English, know little by little what is English, what is its function, what is its purpose, and what are the benefits if we can master the English language.

With children know the importance of English. Children can be more motivated to learn English. Make themselves comfortable when learning English,
Example :
a. Listen to children's songs that use English
b. Read books using English
c. Watch special films for children with English subtitles

3. Join the English community (speaking club) or join an English language course.
If we want to master English we can deepen our ability to speak English by joining English language institutes, there we will learn English from basic to a high level, and we can develop our speaking skills using English.

4. Always practice in speaking in English
With a lot of practice the children will be left with this, as well as English.

5. Give the child support so that he ventured to speak in public
Children can start speaking in English in the smallest room, for example: in the family room, then with classmates with a teacher and we can try to talk in public, to get used to others. We can take part in speech competitions in English, etc.

By: Yulis Puspitasari, S. Pd

Rabu, 01 April 2020

Cara Efektif Belajar Online Jarak Jauh Selama Penyebaran Corona COVID-19

Penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia tiap harinya kian bertambah jumlahnya  sehingga membuat resah masyarakat Indonesia, serta sekolah-sekolah dan universitas-pun menghentikan proses pembelajaran tatap muka secara langsung. Sebagai gantinya dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD). 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak yang fokus mengembangkan sistem pendidikan daring (dalam jaringan). Penerapan pembelajaran daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik itu dari penyedia layanan pendidikan atau dari peserta didik sendiri. Selain itu, para murid atau mahasiswa juga mesti siap beradaptasi dengan perubahan pembelajaran yang diatur oleh sekolah ataupun universitas. pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD) diharapkan dapat dipandang lebih bebas dan fleksibel diakses dari rumah.

Cara pembelajaran daring dan jarak jauh ini agar bisa efektif yaitu :
1.Menetapkan manajemen waktu 
Atur waktu antara guru dan orangtua untuk memberikan materi pembelajaran yang akan dikerjakan oleh anak murid dan orangtua mendampingi anaknya serta mendokumentasikan apa yang mereka kerjakan serta melaporakan semua hasilnya kepada wali kelas sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 

2.Persiapkan teknologi yang dibutuhkan
Para murid harus mengetahui peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh baik itu berupa laptop, buku panduan, tablet, dan alat tulis lainnya, untuk anak usia dini bisa didampingi oleh orangtuanya untuk menyiapkan peralatan apa saja yang akan digunakan serta mendampingi mereka saat mengerjakannya.  

3.Jaga komunikasi antara guru dan orangtua 
Bagi yang belum terbiasa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD), ia harus menyesuaikan diri untuk terus visibel dan berkomunikasi tanggap dengan pengajar. Jika dibutuhkan, perlu juga diadakan grup khusus untuk membahas tugas yang diberikan pengajar. Tidak harus dilakukan dengan tatap muka, komunikasi mesti terjalin dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman. Gunakan momen-momen semacam ini untuk mengasah keterampilan komunikasi daring anda. Jika memang belum yakin dengan hasil tugas yang dikerjakan, segera hubungi pengajar Anda. Sebagaimana dilansir Appleinsider, kendati banyak siswa merasa kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD), jika sudah terbiasa, hal ini malah memberi kebebasan dan fleksibilitas tersendiri, yang tidak ditemui pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. 

Di tengah penyebaran virus corona COVID-19, pembelajaran daring semacam ini justru dapat menjadi alternatif jitu sebagai ganti pertemuan kelas tatap muka langsung. Alhamdulillah di Sekolah Islam Terpadu Robbani kita sudah menerapkan daring semenjak pemerintah menghimbau untuk berdiam diri di rumah saja. Para guru membuat jadwal kegiatan untuk siswa selama daring di rumah. Mulai dari memberikan tugas lewat WhatsApp group orang tua dan guru, membuat aplikasi rumah belajar SIT robbani, Robbani Edutaiment dan belajar online tatap muka langsung guru dan siswa lewat teleconfrence zoom. Hal ini dilakukan Sekolah Islam Terpadu Robbani guna untuk menjaga komunikasi guru, siswa dan orang tua serta dengan berbagai pilihan media untuk daring membuat anak-anak senang belajar dirumah.

By. Nopita Pitria, S. Psi

======================================================================================

Effective Ways to Study Online Distance Distance During Corona COVID-19 Deployment

The spread of the COVID-19 pandemic in Indonesia is increasing in number every day, making Indonesian people uneasy, as well as schools and universities, stopping the face-to-face learning process. Instead of distance learning (PJJ) or online based learning (PBD).

Minister of Education and Culture (Mendikbud) Nadiem Makarim also seeks to build cooperation with various parties that focus on developing online education systems (in networks). The application of online learning requires readiness for both parties, both from the education service provider or from the students themselves. In addition, students must also be prepared to adapt to changes in learning that are regulated by schools or universities. distance learning (PJJ) or online based learning (PBD) is expected to be seen more freely and flexibly accessed from home.

This online and distance learning method to be effective is:
1. Establish time management
Arrange the time between the teacher and parents to provide learning materials that will be done by students and parents accompanying their children and documenting what they do and report all the results to the homeroom teacher in accordance with the specified time.

2. Prepare the technology needed
Students must know what equipment is needed to do distance learning in the form of laptops, manuals, tablets and other stationery, for early childhood children can be accompanied by their parents to prepare any equipment to be used and accompany them when working on it.
3. Maintain communication between teacher and parent
For those who are not accustomed to doing distance learning (PJJ) or online based learning (PBD), they must adjust to be constantly visible and communicate responsive with teachers. If needed, a special group should also be held to discuss the assignments given by the instructor. It does not have to be done face-to-face, communication must be established properly to avoid misunderstanding. Use moments like this to hone your online communication skills. If you are not sure of the results of the work being done, immediately contact your teacher. As reported by Appleinsider, although many students find it difficult to do distance learning (PJJ) or online based learning (PBD), if they are used to it, this instead gives their own freedom and flexibility, which is not found in teaching and learning activities in the classroom.
In the midst of the spread of the COVID-19 corona virus, online learning like this can actually be an effective alternative to direct face-to-face class meetings. Alhamdulillah at the Robbani Integrated Islamic School, we have been implementing it online since the government appealed to stay at home. The teachers make a schedule of activities for students while online at home. Starting from giving assignments through WhatsApp groups of parents and teachers, making a home learning application SIT Robbani, Robbani Edutaiment and online learning face to face teacher and students through teleconfrence zoom. This is done by the Robbani Integrated Islamic School in order to maintain the communication of teachers, students and parents as well as with a variety of media choices online to make children enjoy learning at home.

By Nopita Pitria, S. Psi