BREAKING NEWS

Main Slider

5/Food/slider-tag

Kamis, 14 Mei 2020

Tips Menjaga Kesehatan Dibulan Ramadhan

Ramadhan merupakan harapan bagi semua orang yang menjalankannya. Terlebih lagi selama puasa, setiap umat islam dituntut menahan lapar dan haus mulai dari terbitnya fajar sampai matahari terbenam, bahkan di negara lain ada yang berpuasa lebih dari 12 jam. Dengan begitu, menjaga kesehatan menjadi salah satu yang perlu diperhatikan.

Pada umumnya, seseorang yang  tidak memperhatikan  kesehatannya bisa saja akan  mengalami penurunan daya tahan tubuh yang menyebabkan virus akan lebih mudah menyerang tubuh dan akibatnya tubuh menjadi lemas, mudah lelah hingga bisa jatuh sakit. Hal tersebut tentunya membuat ibadah puasa menjadi terganggu.

Jika sakit sudah menyerang, dari sinilah Anda akan baru menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan. Nah, berikut terdapat beberapa cara yang perlu diperhatikan saat menjaga daya tahan tubuh selama puasa Ramadhan.

1. Konsumsi Makanan Bergizi
Konsumsi Makanan dan Minuman Bergizi, Mengingat saat berpuasa tidak boleh makan dan minum dalam waktu yang telah ditentukan, maka beberapa zat pada tubuh akan meningkat dari pada biasanya. Sehingga bagi orang yang menjalankan puasa sangat dianjurkan  mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi yang bisa menopang kebutuhan zat pada tubuh tetap terpenuhi. Zat tersebut diantaranya mineral, berbagai macam vitamin mulai dari vitamin C, D dan E yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, menyerap kalsium serta mineral, tetap menjaga kelembapan kulit, dan sebagai antioksidan. Selain itu, agar energi tetap terjaga maka tidak ada salahnya Anda mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein tinggi pada saat sahur dan berbuka puasa. Misalnya saja, berbagai macam sayuran, telur, ikan, daging, dan kacang-kacangan.

2. Minum Air Putih dengan Cukup
Jangan Lupa Minum Air Putih dengan Cukup Saat berpuasa tentu harus menahan haus dari terbitnya fajar hingga matahari tenggelam. Memang bukan waktu yang tidak sebentar, maka minum air putih yang cukup perlu diperhatikan agar tubuh tetap sehat dan tidak terjadi dehidrasi. Bagaimana mengaturnya kalau sehari diperlukan minimal delapan gelas air putih? Tidak perlu khawatir, Anda bisa terapkan pola 242, yaitu minum dua gelas air putih pada saat sahur, empat gelas saat berpuka puasa dan dua gelas sebelum tidur malam. Dengan begitu, cairan pada tubuh tetap terpenuhi dengan baik.

3. Waktu Istirahat yang Cukup
Atur Waktu Istirahat dengan Cukup Saat berpuasa, biasanya orang menggunakan waktu pagi hingga sore untuk melakukan berbagai macam aktivitas di luar rumah terutama di kantor, waktu malamnya dimanfaatkan beribadah dan waktu sepertiga malam untuk makan sahur. Namun, bukan berarti Anda tidak memperhatikan waktu istirahat karena terlalu banyak aktivitas tanpa istirahat juga akan membuat daya tahan tubuh menjadi cepat lelah. Maka Anda harus pandai mengatur waktu agar aktivitas, beribadah dan istirahat yang cukup bisa seimbang sehingga puasa akan berjalan dengan lancar.

4. Tetap Berolahraga
Rutin Olahraga masih banyak orang yang beranggapan kalau berolahraga saat berpuasa takut badan menjadi lelah, pegal-pegal, lemas dan sebagainya. Padahal dengan melakukan olahraga, badan akan terasa lebih segar, bugar dan tentunya daya tahan tubuh tetap terjaga. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, cukup yang ringan saja seperti peregangan tubuh, yoga, jalan dan sebagainya.

5. Pilih Makanan yang Bersih
Perhatikan Kebersihan Makanan biasanya orang yang sedang berada dalam perjalanan sering mengabaikan kebersihan saat membeli makanan untuk berbuka puasa. Tanpa berpikir panjang, apa yang dilihat dan menggugah selera pasti langsung dibeli.  Padahal sebelum membeli makanan tersebut sangat perlu diperhatikan kebersihannya. Jika tidak, bisa saja makanan tersebut jadi sumber penyakit. Nah, sebaiknya hindari makanan yang tidak bersih tersebut. Sebelum membeli minimal perhatikan kebersihannya dengan melihat lingkungannya bersih atau tidak, makanan tersebut terbungkus atau tidak.

6. Terapkan Pola Hidup Sehat
Mengingat saat bulan puasa tentunya akan menjalankan rutinitas yang seperti biasanya bahkan ada rutinitas tambahan yang tidak diduga. Dengan begitu membutuhkan zat yang lebih banyak dari biasanya, maka lakukanlah pola hidup sehat agar kesehatan tetap terjaga. Cukup dengan perhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi, rutin berolahraga, dan atur waktu istirahat dengan baik. Jangan sampai Anda termasuk orang yang menyepelekan pentingnya menjaga daya tahan tubuh karena bisa berdampak buruk pada kesehatan sehingga bisa saja mudah terserang berbagai macam penyakit. Akhirnya segala aktivitas menjadi terganggu dan ibadah puasa menjadi tidak lancar.

Oleh : Minarti, S. Pd. I

==========================================================================================

Tips for Maintaining Health in the Month of Ramadan

Ramadan is hope for all who run it. Moreover during fasting, every Muslim is required to endure hunger and thirst from the dawn to sunset, even in other countries there are fasting for more than 12 hours. That way, maintaining health is one that needs attention.

In general, someone who does not pay attention to their health may experience a decrease in endurance that causes the virus will more easily attack the body and as a result the body becomes weak, easily fatigued to fall sick. This certainly disrupts fasting.

If pain has struck, this is where you will realize how important it is to maintain health. Well, here are some ways to consider when maintaining endurance during Ramadan fasting.

1. Consumption of Nutritious Foods
Consumption of Nutritious Food and Beverage, Considering that when fasting is not allowed to eat and drink within the allotted time, then some substances in the body will increase than usual. So for people who run fast is highly recommended to consume nutritious foods and drinks that can sustain the needs of substances in the body are still met. These substances include minerals, various vitamins ranging from vitamins C, D and E which function to increase endurance, absorb calcium and minerals, while maintaining skin moisture, and as an antioxidant. In addition, so that energy is maintained, it would not hurt you to consume foods that contain lots of high protein at dawn and breaking fast. For example, various kinds of vegetables, eggs, fish, meat, and beans.

2. Drink enough water
Don't Forget to Drink Enough Water When fasting, of course you have to hold your thirst from dawn until the sun sets. It is not time that is not short, so drinking enough water needs to be considered so that the body remains healthy and does not occur dehydration. How to arrange it if you need at least eight glasses of water a day? No need to worry, you can apply the pattern 242, which is drinking two glasses of water at dawn, four glasses when breaking fast and two glasses before going to bed at night. That way, the fluid in the body is still properly fulfilled.

3. Adequate rest periods
Set the Rest Time Enough When fasting, people usually use the morning to evening to do a variety of activities outside the home, especially in the office, the night time is used for worship and a third of the night for a meal. However, that does not mean you do not pay attention to time off because too much activity without rest will also make the immune system become tired quickly. Then you must be good at managing time so that activities, worship and rest that are sufficiently balanced so that fasting will run smoothly.

4. Keep exercising
Sports Routine there are still many people who think that exercising while fasting is afraid that the body will become tired, achy, weak and so on. In fact, by doing sports, the body will feel fresher, fitter and of course the body's immune system is maintained. No need to do strenuous exercise, just mild ones like stretching, yoga, walking and so on.

5. Choose Clean Foods
Pay attention to Food Hygiene Usually people who are on a trip often ignore hygiene when buying food to break their fast. Without thinking, what is seen and arouse the taste must be bought immediately. Even though before buying these foods, it is necessary to pay attention to their cleanliness. If not, the food could be a source of disease. Well, you should avoid these unclean foods. Before buying at least pay attention to cleanliness by seeing the environment is clean or not, the food is wrapped or not.

6. Apply a Healthy Lifestyle
Given the fasting month will certainly run a routine that as usual there are even additional routines that are not expected. With so need more substances than usual, then do a healthy lifestyle so that health is maintained. Enough to pay attention to food and drinks consumed, regular exercise, and set a good rest time. Do not let you including those who underestimate the importance of maintaining endurance because it can have a negative impact on health so that it can be easily attacked by various diseases. Finally, all activities become disrupted and fasting becomes not smooth.

By : Minarti, S. Pd. I

Minggu, 10 Mei 2020

Melatih Kerjasama Anak

Bekerjasama merupakan salah satu hal yang diperlukan dan dibutuhkan oleh siapapun dalam melakukan setiap aktivitas. Tidak hanya orang yang bekerja, anak-anak juga memerlukan kerjasama dalam melaksanakan aktivitasnya. Seperti misalnya bekerjasama saat melaksanakan tugas piket, bekerjasama saat menyelesaikan tugas kelompok dan berbagai kerjasama lainnya yang biasanya ada dalam proses pembelajaran.

Kemampuan anak-anak dalam bekerjasama tentu tidak muncul begitu saja. Sikap bekerjasama akan muncul ketika anak sudah terbiasa. Melatih kerjasama pada anak tidak hanya dilakukan saat jam pelajaran di kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar jam pelajaran. Contohnya pada kegiatan Camping Day. Camping merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran dimana pada saat Camping, anak-anak akan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya selama di dalam kelas.

Kegiatan Camping tentu berbeda dengan kegiatan belajar di dalam kelas yang memerlukan buku sebagai sarana belajar. Kemampuan bekerjasama dan sosialisasilah yang diperlukan anak-anak saat Camping. Banyak kegiatan yang berguna untuk memunculkan kedua sifat tersebut pada anak. Contohnya adalah saat akan memasang tenda, anak-anak yang berada dalam satu kelompok akan bekerjasama untuk mendirikan tendanya masing-masing, pada saat seperti ini anak-anak mau tidak mau harus bekerjasama untuk saling membantu satu sama lain.

Tidak hanya saat mendirikan tenda, ada saatnya anak-anak akan bermain games dalam kelompok. Saat games kelompok, yang diperlukan tentunya adalah bekerjasama agar mampu menyelesaikan permainan dengan baik. Permainan games kelompok tidak hanya berguna untuk melatih kerjasama, tetapi juga dapat menumbuhkan keberanian pada diri anak dan sikap optimis dalam menghadapi suatu persaingan. Sementara itu, guru tetap harus memberikan pengertian bahwa menang atau kalah dalam permainan adalah sesuatu hal biasa dan yang terpenting adalah sudah berani untuk mencoba.

Oleh : Ari Rahmawati, S. Sos

======================================================================================
Practicing Child Collaboration

Working together is one thing that is needed and needed by anyone in carrying out every activity. Not only people who work, children also need cooperation in carrying out their activities. For example cooperating when carrying out picket assignments, cooperating when completing group assignments and various other collaborations that normally exist in the learning process.

The ability of children to cooperate certainly does not just emerge. The attitude of cooperation will emerge when the child is used. Coaching cooperation with children is not only done during class time in class, but can also be done outside of class time. For example on Camping Day activities. Camping is one of the activities carried out outside of class hours where when camping, children will apply the knowledge they get during class.

Camping activities are certainly different from learning activities in the classroom that require books as a learning tool. The ability to cooperate and socialize that is needed by children when camping. Many activities are useful for bringing up these two characteristics in children. For example, when setting up tents, children who are in a group will work together to set up their respective tents, at times like these children will inevitably have to work together to help one another.

Not only when setting up a tent, there are times when children will play games in groups. When it comes to group games, what is certainly needed is to work together to be able to finish the game well. Group games are not only useful for training cooperation, but also can foster children's courage and optimism in the face of competition. Meanwhile, the teacher still has to give an understanding that winning or losing in the game is something normal and most importantly is already brave to try.

By: Ari Rahmawati, S. Sos

Senin, 20 April 2020

Ketahuilah: Tips Meningkatkan Daya Ingat Anak

Daya ingat adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan, mengolah, dan memunculkan kembali informasi yang sudah diserap otak. Elemen neutron yang dihasilkan otak berperan untuk menyimpan informasi. Bila otak dirangsang untuk menghasilkan neutron secara intensif, maka daya ingat akan menjadi lebih tajam. Dalam membahas masalah daya ingat, rasanya perlu juga dibahas sekilas masalah lupa, yang diantara keduanya mempunyai hubungan yang terbalik artinya makin banyak yang kita ingat, maka makin sedikit yang kita lupakan dan sebaliknya. Menurut Dakir (2003:54) kelupaan dapat terjadi karena:
1. Karena sakit keras, sehingga otak kita terganggu.
2. Karena kesan yang diterima telah berlangsung pada waktu yang lama.
3. Karena pesan yang diterima tidak menarik perhatian lagi, sehingga ingatan menjadi tidak lagi setia.
4. Karena masuknya tanggapan baru, sehingga tanggapan yang lama terdesak (inhibisi retro aktif).
5. Karena situasi tertentu

Sebagai orang tua ataupun guru yang mengajarkan ilmu kepada anak, kita pasti menginginkan anak-anak tersebut memiliki daya ingat yang tinggi, agar mereka mampu mengikuti pelajaran dengan baik.  Tetapi tidak dipungkiri bahwa setiap daya ingat anak itu berbeda-beda. Ada yang mudah mengingat segala hal dalam waktu cepat, tetapi ada juga butuh waktu lama untuk mengingat. Namun, tidak perlu panik ataupun risau jika kita menyadari anak-anak kita sepertinya memiliki daya ingat yang rendah karena daya ingat anak ini sebenarnya bisa ditingkatkan bila orang tua atau guru mampu mengasahnya secara tepat.

Yuk, kita simak beberapa cara sederhana berikut ya: 
1. Visualisasikan
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat anak yaitu dengan memvisualisasikan materi yang dipelajari di sekolah misal dalam bentuk gambar, suara ataupun sentuh. Contoh: proses terjadinya hujan dengan kita menyediakan gambar atau alat yang dibutuhkan dan melakukan satu persatu langkahnya. Ikut sertakan anak dalam prosesnya agar mereka juga memiliki pengalaman dan lebih menguatkan ingatannya

2. Pancing anak untuk bertanya
Pancing anak untuk bertanya terkait materi yang telah dipelajari. Kemudian cari bersama jawabannya dalam buku mereka. Agar kegiatan ini lebih menarik bagi si anak, kita bisa melakukannya dengan games. Menemukan jawaban ketika mereka membaca atau mendengarkan akan meningkatkan memori karena mereka memiliki tujuan spesifik saat membaca yaitu mencari jawaban tersebut. Selain itu, ketika sudah berhasil mendapatkan jawabannya, mereka akan memiliki kepuasan tersendiri.

3. Manfaatkan rasa ingin tahu anak
Setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Mereka akan terpukau setiap menemukan hal yang baru meskipun hal kecil sekalipun. Apalagi jika terkait dengan hal yang disukai olehnya. Jika ada materi yang menarik bagi si anak, coba hadirkan dengan cara yang berbeda, cara yang lebih meningkatka daya ingatnya misalnya dengan penggunaan miniatur.

4. Warna
Dulu bahkan sampai sekarang, cara yang satu ini masih sering dilakukan seperti meng-highlight poin penting dalam pelajaran. Hal ini ternyata cukup ampuh dan didukung pula oleh keterangan dalam ilmy neurologi.

5. Pancing ingatan yang menyenangkan
Aktifkan ingatan mereka sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Jika perlu tampilkan pula dalam bentuk foto atau video.

6. Review materi yang dipelajari
Dalam ilmu neurologi hal ini bertujuan untuk membuat sebuah rangkaian ingatan dalam otak anak. Rangkaian ini akan aktif ketika anak mengingat hal yang merupakan bagian dari rangkaian ingatan.

7. Belajar dengan cara yang berbeda
Jika menggunakan cara yang berbeda pada setiap pembelajaran akan lebih berkesan pada ingatan anak. Misalnya dengan menceritakan kembali, membuat sebuah drama sederhana, dan bermain tebak-tebakan.

8. Mengistirahatkan otak
Mengistirahatkan otak dapat dilakukan dengan tidur baik pada malam hari atau siang hari secukupnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Oleh : Ayu Olyvia

======================================================================================


Know This: Tips to Improve Children's Memory


Memory is a person's ability to store, process, and bring back information that has been absorbed by the brain. The neutron element produced by the brain plays a role in storing information. When the brain is stimulated to produce neutrons intensively, the memory will become sharper. In discussing the problem of memory, it seems necessary to also briefly discuss the problem of forgetting, which between them has an inverse relationship meaning the more we remember, the less we forget and vice versa. According to Dakir (2003: 54) forgetfulness can occur because:
1. Because of severe pain, so that our brain is disturbed.
2. Because the impression received has been going on for a long time.
3. Because the message received does not attract attention anymore, so the memory is no longer faithful.
4. Because the entry of new responses, so the old responses are urged (active retro inhibition).
5. Because of certain situations

As parents or teachers who teach science to children, we certainly want these children to have high memory, so that they are able to follow the lessons well. But it cannot be denied that each child's memory is different. Some are easy to remember things in quick time, but some also take a long time to remember. However, there is no need to panic or worry if we realize our children seem to have low memory because this child's memory can actually be improved if parents or teachers are able to hone it properly.

Let's see some simple ways below:
1. Visualize
One way that can be done to improve children's memory is to visualize the material learned in school for example in the form of images, sounds or touch. Example: the process of rain with us providing the pictures or tools needed and doing one step at a time. Involve children in the process so that they also have experience and strengthen their memories

2. Lure children to ask questions
Encourage children to ask questions related to the material they have learned. Then find the answers together in their book. So that this activity is more interesting for the child, we can do it with games. Finding answers when they are reading or listening will improve memory because they have a specific purpose when reading, that is, looking for those answers. In addition, when they have managed to get the answer, they will have their own satisfaction.

3. Take advantage of children's curiosity
Every child has a huge curiosity. They will be amazed every time they discover something new, even if it is a small thing. Especially if it is related to the thing he likes. If there is material that is of interest to the child, try to present it in a different way, a way to improve memory more for example by using miniature.

4. Color
In the past, even now, this method is still often done as highlighting important points in the lesson. This turned out to be quite powerful and was also supported by information in neurology ilmy.

5. Fishing for pleasant memories
Activate their previous memories with the material to be studied. If necessary also display in the form of photos or videos.

6. Review the material being studied
In neurology this aims to create a series of memories in a child's brain. This series will be active when children remember things that are part of a series of memories.

7. Learn in different ways
If using a different method in each learning will be more memorable in the child's memory. For example, by retelling, making a simple drama, and playing guesses.

8. Resting the brain
Resting the brain can be done by sleeping either at night or during the day to taste according to the needs of each child.


By: Ayu Olyvia









Minggu, 12 April 2020

Al-Qur’an Penghibur Hati Yang Lelah

Manusia memiliki dua dimensi dalam dirinya, yaitu dimensi lahir (jasad) dan dimensi batin (hati). Kedua dimensi tersebut perlu diperhatikan, dirawat, dan diarahkan dengan baik. Jika hanya dimensi lahir saja yang diperhatikan maka manusia akan kehilangan nilai-nilai  spiritualitas sehingga ia tidak lebih dari benda-benda tak berjiwa.

Kita bisa menemukan banyak ayat yang menyinggung tentang masalah hati dalam Al-Qur’an. Allah menyebut kata hati dalam Al-Qur’an beragam bentuk kalimat dan sasaranya. Bahkan jumlahnya tidak kurang dari seratus ayat. Allah menyebut hati yang berhubungan dengan hati Rasulullah SAW, hati orang yang beriman, dan hati manusia pada umumnya. Begitu banyak faktor-faktor penyebab lelahnya hati salah satunya adalah senang berkeluh kesah, panjang angan-angan, benci dan dendam, meninggalkan dzikir.

Ketika kebosanan dan keletihan melanda, sebagian orang mungkin menghibur diri dengan pergi ketempat-tempat rekreasi, berkumpul dengan teman-teman atau keluarga. Tidak banyak orang yang menumpahkan kegelisaanya kepada Allah melalui sujud, dzikir dan do’a. Sebagaimana hanya sedikit orang yang coba mencari solusi atas problem hidupnya dengan membaca Al-Qur’an. Bukankah Al-Qur’an itu sebagai syifa’ (obat) bagi penyakit-penyakit berkaitan dengan kejiwaan dan pikiran manusia. Beberapa bagian tubuh yang memungkinkan untuk menerima pengaruh penyembuhan dari al-qur’an itu ada ruh, kalbu akal, dan nafsu. Ruh, kalbu akal, dan nafsu hanya bisa diarahkan dengan rangsangan yang tepat. Rangsangan yang paling utama ialah Al-Qur’an. Manusia mulai dirangsang dengan Al-qur’an sejak berada didalam kandungan. Apabila ruh, kalbu akal, dan nafsu sudah bisa dipengaruhi oleh Al-qur’an niscaya seseorang bakal sanggup meniti dijalan kebenaran.

Namun ketika seseorang masih belum merasakan ketenangan dengan berdzikir atau belum merasakan kedamaian saat membaca Al-Qur’an, boleh jadi permasalahannya terletak pada dirinya yang belum sepenuhnya yakin, khusyuk dan percaya bahwa yang mereka lakukan dapat mendatangkan manfaat yang menyenangkan. 

Oleh : Alfian Manja, S. Pd.I


======================================================================================


Al-Qur'an 'Comforter of Tired Hearts


Humans have two dimensions in themselves, namely the dimension of birth (body) and the inner dimension (heart). Both dimensions need to be considered, cared for and directed properly. If only the born dimension is considered, human beings will lose the values ​​of spirituality so that they are nothing more than soulless objects.

We can find many verses that allude to the problem of the heart in the Qur'an. Allah mentions conscience in the Qur'an in various forms of sentences and aims. Even the number is not less than one hundred verses. Allah calls a heart that is related to the heart of the Prophet Muhammad, the heart of a believer, and the heart of a human being in general. So many factors that cause fatigue of the heart one of which is happy to complain, long-wishful thinking, hate and revenge, leaving dhikr.

When boredom and fatigue hit, some people might entertain themselves by going to recreational areas, hanging out with friends or family. Not many people shed their appetite for Allah through prostration, dhikr and prayer. As only a few people try to find solutions to their life problems by reading the Qur'an. Is not the Qur'an as a shifa '(medicine) for diseases related to the psyche and the human mind. Some parts of the body that allow to receive the healing effect of the Qur'an are spirit, heart, and lust. The spirit, the heart's mind, and lust can only be directed with the right stimulation. The most important stimulus is the Qur'an. Humans began to be stimulated by the Qur'an since they were in the womb. If the spirit, heart, reason, and lust can already be influenced by the Qur'an, surely someone will be able to walk on the path of truth.

But when someone still does not feel calm with dhikr or has not felt peace while reading the Qur'an, it may be that the problem lies with him who is not entirely convinced, solemn and believes that what they do can bring pleasant benefits.

By: Alfian Manja, S. Pd.I

Sabtu, 11 April 2020

Pentingnya Belajar Bahasa Inggris Di Era Globalisasi Untuk Anak Usia Dini

Untuk bisa belajar bahasa inggris sebaiknya mulai dari dini, karena akan memudahkan anak-anak bisa berbahasa asing tersebut.kita ketahui bahwa bahasa Inggris sangat penting pada saat ini, pada jaman era globalisasi sekarang semua orang dituntut untuk bisa berbahasa Inggris.  keterampilan dalam berahasa asing, khususnya bahasa Inggris, harus dapat dikuasai oleh setiap orang dimana melihat jaman sekarang yang semakin maju.

Mulai sekarang kita dapat memupuk rasa kemauan anak untuk belajar bahasa Inggris di usia dini, tidak dapat dipungkiri bahasa inggris merupakan bahasa dunia yg digunakan untuk berkomunikasi dgn negara lain maka dri itu kita di tuntut untuk mampu berbahasa inggris dan mengajarkan kepada anak untuk mengenal bahasa inggris sedini mungkin.

Kenapa anak anak usia dini harus belajar Bahasa Inggris?
Karena bahasa inggris merupakan bahasa internasional, maka dari itu untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan warga asing kita bisa menggunakan bahasa inggris. Dan di era globalisasi ini keberadaan bahasa inggris mulai digemari, banyak orang yang berusaha menguasai bahasa inggris tidak terkecuali anak anak.

Lalu bagaimana cara menguasai bahas inggris untuk anak usia dini dengan cepat dan benar?
Berikut  tips nya:
1. Anak anak harus memiliki minat yang kuat untuk belajar bahasa Inggris 
Dengan memiliki minat yang kuat untuk bisa menguasai bahasa inggris itu merupakan suatu permulaan yang baik, dengan memiliki rasa senang atau suka terhadap bahasa inggris.

2. Anak anak harus mulai mengenali apa itu bahasa inggris
Buatlah anak anak untuk beradaptasi dengan bahasa inggris, kenali sedikit demi sedikit apa itu bahasa inggris, apa fungsinya, apa tujuannya, dan apa manfaatnya jika kita bisa  menguasai bahasa inggris tersebut. 

Dengan anak anak mengetaui pentingnya bahasa inggris. Anak anak bisa lebih termotivasi untuk belajar bahasa inggris. Buatlah diri mereka merasa nyaman ketika belajar bahasa inggris, 
Contohnya :
a. Mendengarkan lagu-lagu anak anak yang menggunakan bahsa inggris
b. Membaca buku dengan menggunakan bahasa inggris
c. Menonton film khusus anak dengan subtitle inggris

3. Bergabung di komunitas bahasa inggris (speaking club) atau bergabung di lembaga kursus Bahasa Inggris.
Apabila kita ingin menguasai bahasa inggris kita bisa memperdalam kemampuan kita dibahasa inggris dengan cara bergabung di lembaga kursus bahasa inggris, disana kita akan mempelajari bahasa inggris dari dasar sampai tingkat yang tinggi, dan kita bisa mengembangkan keterampilan kita berbicara dengan menggunakan bahasa inggris.

4. Selalu lakukan praktek dalam berbicara menggunakan bahasa inggris
Dengan banyak latihan maka anak anak akan terbisa dengan hal tersebut, begitu juga dengan bahasa inggris. 

5. Beri support anak supaya dia memberanikan diri  untuk berbicara didepan umum
Anak anak bisa memulai berbicara menggunakan bahasa inggris diruang lingkup yang terkecil, contohnya : diruang lingkup keluarga,lalu dengan teman sekelas dengan guru dan kitabisa mencoba berbicara didepan umum, untuk membiasakan diri menghadapi orang lain. Kita bisa mengikuti lomba pidato dengan bahasa inggris, dan lain lain.

Oleh : Yulis Puspitasari, S. Pd

======================================================================================


The Importance of Learning English in the Era of Globalization for Early Childhood

To be able to learn English it is best to start early, because it will make it easier for children to speak foreign languages. We know that English is very important at this time, in the current era of globalization everyone is required to speak English. foreign language skills, especially English, must be mastered by anyone who sees the more advanced nowadays.

From now on we can foster a child's willingness to learn English at an early age, it is undeniable that English is a world language used to communicate with other countries so that we are demanded to be able to speak English and teach children to know English as early as possible maybe.

Why do young children have to learn English?
Because English is an international language, therefore to facilitate communication with foreigners we can use English. And in this globalization era, the existence of English is starting to be popular, many people who try to master English are no exception children.

Then how to master English for early childhood quickly and correctly?
Here are the solutions:
1. Children must have a strong interest in learning English
Having a strong interest in being able to master English is a good start, by having a feeling of pleasure or love for English.

2. Children must begin to recognize what is English
Make the children adapt to English, know little by little what is English, what is its function, what is its purpose, and what are the benefits if we can master the English language.

With children know the importance of English. Children can be more motivated to learn English. Make themselves comfortable when learning English,
Example :
a. Listen to children's songs that use English
b. Read books using English
c. Watch special films for children with English subtitles

3. Join the English community (speaking club) or join an English language course.
If we want to master English we can deepen our ability to speak English by joining English language institutes, there we will learn English from basic to a high level, and we can develop our speaking skills using English.

4. Always practice in speaking in English
With a lot of practice the children will be left with this, as well as English.

5. Give the child support so that he ventured to speak in public
Children can start speaking in English in the smallest room, for example: in the family room, then with classmates with a teacher and we can try to talk in public, to get used to others. We can take part in speech competitions in English, etc.

By: Yulis Puspitasari, S. Pd

Rabu, 01 April 2020

Cara Efektif Belajar Online Jarak Jauh Selama Penyebaran Corona COVID-19

Penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia tiap harinya kian bertambah jumlahnya  sehingga membuat resah masyarakat Indonesia, serta sekolah-sekolah dan universitas-pun menghentikan proses pembelajaran tatap muka secara langsung. Sebagai gantinya dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD). 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak yang fokus mengembangkan sistem pendidikan daring (dalam jaringan). Penerapan pembelajaran daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik itu dari penyedia layanan pendidikan atau dari peserta didik sendiri. Selain itu, para murid atau mahasiswa juga mesti siap beradaptasi dengan perubahan pembelajaran yang diatur oleh sekolah ataupun universitas. pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD) diharapkan dapat dipandang lebih bebas dan fleksibel diakses dari rumah.

Cara pembelajaran daring dan jarak jauh ini agar bisa efektif yaitu :
1.Menetapkan manajemen waktu 
Atur waktu antara guru dan orangtua untuk memberikan materi pembelajaran yang akan dikerjakan oleh anak murid dan orangtua mendampingi anaknya serta mendokumentasikan apa yang mereka kerjakan serta melaporakan semua hasilnya kepada wali kelas sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 

2.Persiapkan teknologi yang dibutuhkan
Para murid harus mengetahui peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh baik itu berupa laptop, buku panduan, tablet, dan alat tulis lainnya, untuk anak usia dini bisa didampingi oleh orangtuanya untuk menyiapkan peralatan apa saja yang akan digunakan serta mendampingi mereka saat mengerjakannya.  

3.Jaga komunikasi antara guru dan orangtua 
Bagi yang belum terbiasa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD), ia harus menyesuaikan diri untuk terus visibel dan berkomunikasi tanggap dengan pengajar. Jika dibutuhkan, perlu juga diadakan grup khusus untuk membahas tugas yang diberikan pengajar. Tidak harus dilakukan dengan tatap muka, komunikasi mesti terjalin dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman. Gunakan momen-momen semacam ini untuk mengasah keterampilan komunikasi daring anda. Jika memang belum yakin dengan hasil tugas yang dikerjakan, segera hubungi pengajar Anda. Sebagaimana dilansir Appleinsider, kendati banyak siswa merasa kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran berbasis daring (PBD), jika sudah terbiasa, hal ini malah memberi kebebasan dan fleksibilitas tersendiri, yang tidak ditemui pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. 

Di tengah penyebaran virus corona COVID-19, pembelajaran daring semacam ini justru dapat menjadi alternatif jitu sebagai ganti pertemuan kelas tatap muka langsung. Alhamdulillah di Sekolah Islam Terpadu Robbani kita sudah menerapkan daring semenjak pemerintah menghimbau untuk berdiam diri di rumah saja. Para guru membuat jadwal kegiatan untuk siswa selama daring di rumah. Mulai dari memberikan tugas lewat WhatsApp group orang tua dan guru, membuat aplikasi rumah belajar SIT robbani, Robbani Edutaiment dan belajar online tatap muka langsung guru dan siswa lewat teleconfrence zoom. Hal ini dilakukan Sekolah Islam Terpadu Robbani guna untuk menjaga komunikasi guru, siswa dan orang tua serta dengan berbagai pilihan media untuk daring membuat anak-anak senang belajar dirumah.

By. Nopita Pitria, S. Psi

======================================================================================

Effective Ways to Study Online Distance Distance During Corona COVID-19 Deployment

The spread of the COVID-19 pandemic in Indonesia is increasing in number every day, making Indonesian people uneasy, as well as schools and universities, stopping the face-to-face learning process. Instead of distance learning (PJJ) or online based learning (PBD).

Minister of Education and Culture (Mendikbud) Nadiem Makarim also seeks to build cooperation with various parties that focus on developing online education systems (in networks). The application of online learning requires readiness for both parties, both from the education service provider or from the students themselves. In addition, students must also be prepared to adapt to changes in learning that are regulated by schools or universities. distance learning (PJJ) or online based learning (PBD) is expected to be seen more freely and flexibly accessed from home.

This online and distance learning method to be effective is:
1. Establish time management
Arrange the time between the teacher and parents to provide learning materials that will be done by students and parents accompanying their children and documenting what they do and report all the results to the homeroom teacher in accordance with the specified time.

2. Prepare the technology needed
Students must know what equipment is needed to do distance learning in the form of laptops, manuals, tablets and other stationery, for early childhood children can be accompanied by their parents to prepare any equipment to be used and accompany them when working on it.
3. Maintain communication between teacher and parent
For those who are not accustomed to doing distance learning (PJJ) or online based learning (PBD), they must adjust to be constantly visible and communicate responsive with teachers. If needed, a special group should also be held to discuss the assignments given by the instructor. It does not have to be done face-to-face, communication must be established properly to avoid misunderstanding. Use moments like this to hone your online communication skills. If you are not sure of the results of the work being done, immediately contact your teacher. As reported by Appleinsider, although many students find it difficult to do distance learning (PJJ) or online based learning (PBD), if they are used to it, this instead gives their own freedom and flexibility, which is not found in teaching and learning activities in the classroom.
In the midst of the spread of the COVID-19 corona virus, online learning like this can actually be an effective alternative to direct face-to-face class meetings. Alhamdulillah at the Robbani Integrated Islamic School, we have been implementing it online since the government appealed to stay at home. The teachers make a schedule of activities for students while online at home. Starting from giving assignments through WhatsApp groups of parents and teachers, making a home learning application SIT Robbani, Robbani Edutaiment and online learning face to face teacher and students through teleconfrence zoom. This is done by the Robbani Integrated Islamic School in order to maintain the communication of teachers, students and parents as well as with a variety of media choices online to make children enjoy learning at home.

By Nopita Pitria, S. Psi

Sabtu, 28 Maret 2020

Manajemen Waktu Efektif Adalah Kuncinya

Manajemen waktu merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menyeimbangkan antara waktu belajar atau bekerja, bersenang-senang atau bersantai, serta  waktu beristirahat. Untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan atau kegiatan tersebut maka kuncinya adalah fokus. Namun banyak dari kita begitu mudah kehilangan fokus. Ketika sudah memiliki target harian, yang dikerjakan bukanlah target yang sudah disusun. Justru yang lain. Ini yang menyebabkan banyak dari kita tidak berhasil meraih target yang sudah kita rencanakan sejak awal. Fokus memang menjadi masalah yang paling krusial bagi seseorang ketika ia hendak mengeksekusi rencana-rencana yang telah disusunnya. Banyak dari kita yang mudah terganggu dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang sedang direncanakan. Entah itu bermain gadget, belanja online, hingga bermain game. Padahal sudah begitu banyak daftar pekerjaan yang sudah dipikirkan dan disusun pada waktu sebelumnya. Jadi, habiskan waktumu dengan menuntaskan prioritas yang harus kamu kerjakan. Bukan yang lain.

Berikut ini merupakan tahapan yang dapat kamu lakukan ketika ingin membangun manajemen waktu yang efektif dalam hidup:

A. Tahap Persiapan
1)Deep work, yaitu waktu saat dia bisa berkonsentrasi secara penuh tanpa gangguan sama sekali untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaannya. Sebagai contoh, seseorang yang mengurung diri di dalam ruangannya lalu meletakkan tanda "tidak ada di ruangan" selama 4 jam lamanya. Atau mencari tempat-tempat yang sepi jauh dari gangguan.
2)Willpower, yaitu kekuatan yang berasal dari dalam diri kita. Sifatnya seperti otot-otot dalam tubuh kita. Jika semakin sering digunakan untuk bekerja maka semakin cepat pula ia akan melemah. Maka kamu harus pandai dalam menjaga willpower ini.

B. Membuat Ritual
Setelah memahami konsep tentang deep work dan willpower, maka berikutnya kamu perlu membuat Ritual cara bekerjanya dengan baik. Ada sebuah proses yang disebut dengan the habit loop (rantai kebiasaan) yang biasanya digunakan untuk membangun sebuah kebiasaan seseorang. 
1)Proses pertama ini disebut dengan Cue. Cue adalah tanda yang mengawali setiap kebiasaan hidupmu. Contohnya jika kamu terbiasa membuka HP saat bangun tidur, maka Cue nya adalah bangun tidur. Untuk menghilangkan kebiasaan ini maka kamu letakkan HP jauh dari tempat yang dapat kamu jangkau.

2)Proses kedua adalah membuat rutinitas atau kebiasaan. Kebiasaan yang kamu bangun ini adalah sesuai dengan yang ingin kamu jalankan. Misalnya ingin membangun rutinitas membaca Al Qur'an 1 juz setiap hari, atau berolahraga rutin setiap pagi. Namun ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. 
  • Yang pertama : tentukan dimana dan berapa lama kamu bekerja. 
  • Yang kedua : buatlah kebiasaan pendukung yang bisa menjaga produktivitasnya bekerja.
  • Yang terakhir : catat dan lakukan evaluasi secara rutin.

C. Hal-hal Nonteknis
  1. Pertama, malas jangan dipelihara
  2. Kedua, jadilah morning person dan hilangkan kebiasaan begadang.
  3. Ketiga, tiap orang berbeda-beda. Setiap diri kita mempunyai karakter yang berbeda-beda. Termasuk beban pekerjaan yang berbeda pula.

Namun cobalah memakai standar berikut untuk menjaga kualitas manajemen waktu :
  • Tidur yang cukup (6-8 jam)
  • Olahraga yang teratur ( minimal 3 kali seminggu, setiap sesi minimal 1 jam)
  • Hiburan yang memadai
  • Asupan makanan yang baik
  • Tentu saja amalan harian yang berkualitas.

Oleh : Erina, S.Pd

======================================================================================

Effective Time Management Is The Key

Time management is a way that can be done to balance between study or work time, have fun or relax, and time to rest. To be able to balance the work or activity, the key is focus. But many of us lose focus easily. When you have a daily target, what you have done is not the target you have set. Precisely the other. This is why many of us fail to achieve the targets we had planned from the start. Focus is indeed the most crucial problem for a person when he wants to execute the plans that he has drawn up. Many of us are easily distracted by things that have nothing to do with the work being planned. Whether it's playing gadgets, shopping online, to playing games. Even though so many job listings have been thought of and compiled in the previous time. So, spend your time completing the priorities that you have to do. Not others.
The following are the steps you can take when you want to build effective time management in life:

A. Preparation Stage

1) Deep work, which is a time when he can concentrate fully without interruption at all to complete his work. For example, someone who locked himself in his room then put the sign "not in the room" for 4 hours. Or look for quiet places away from distractions.

2) Willpower, which is the power that comes from within us. Its like the muscles in our body. The more often it is used for work, the faster it will weaken. Then you must be good at keeping this willpower.

B. Making Rituals
After understanding the concepts of deep work and willpower, then next you need to make a ritual of how it works well. There is a process called the habit loop which is usually used to build a person's habits.
1) This first process is called Cue. Cue is a sign that starts every habit of your life. For example if you are accustomed to opening your cellphone when you wake up, the Cue is wake up. To get rid of this habit, you place your cell phone far from where you can reach.

2) The second process is to make a routine or habit. The habits that you build are what you want to live according to. For example, want to build a routine of reading the Qur'an 1 juz every day, or exercising regularly every morning. But there are some important things that must be considered.

  • The first: determine where and how long you work.
  • The second: make supporting habits that can maintain productivity work.
  • Finally, record and evaluate regularly.
C. Non-technical Matters
  1. First, do not be lazy to maintain
  2. Second, be a morning person and get rid of the habit of staying up late.
  3. Third, each person is different. Each of us has a different character. Including different workloads.

But try to use the following standards to maintain quality time management:
  • Get enough sleep (6-8 hours)
  • Regular exercise (at least 3 times a week, every session at least 1 hour)
  • Adequate entertainment
  • Good food intake
  • Of course, quality daily practices.

By: Erina, S.Pd